Konsultan ISO Training Pelatihan ISO Integrasi ISO Download ISO Sertifikasi ISO 9001 14001 OHSAS 18001 20000 22000 26000 27001 28000 29001 31000 50001

Faktor Kunci Untuk Suksesnya Implementasi ISO Dalam UKM

Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan standar sistem manajemen oleh UKM.

1. Tetaplah pada sistem manajemen yang ada
Setiap organisasi yang tetap dalam bisnis dan mampu untuk menyediakan produk dan layanan kepada pelanggan mengoperasikan sistem manajemen, namun ramping atau informal. Sistem ini, dalam bentuk apapun, harus diambil sebagai dasar dan titik awal untuk menerapkan MSS seperti ISO 9001. Menerapkan ISO 9001 tidak berarti Anda “membangun” sebuah sistem (baru) manajemen mutu, tetapi Anda mengevaluasi praktek saat Anda terhadap manajemen ISO 9001 persyaratan, dan beradaptasi dan menambahkan jika diperlukan. Oleh karena itu, setiap sistem manajemen yang unik dan organisasi tidak harus membeli buku dari internet atau menerapkan prosedur standar yang disediakan oleh konsultan. Risikonya adalah bahwa alat ini mungkin tidak cocok, akan menambah birokrasi, tidak akan terlihat oleh karyawan sebagai menambahkan nilai – dan hanya mungkin diaktifkan saat audit sertifikasi tahunan sudah dekat!

Kesulitannya adalah untuk menghubungkan persyaratan abstrak ke kehidupan nyata proses dan praktik manajemen. Setelah sebuah organisasi telah mampu melakukan hal ini, sejauh mana persyaratan sudah terpenuhi – dan apa yang masih harus dilakukan dengan mengadaptasi dan bukan oleh pembangunan kembali – menjadi jelas. Praktek manajemen Informal kadang perlu diformalkan (misalnya, beberapa catatan harus dipertahankan untuk menunjukkan bahwa sesuatu telah dilakukan), tetapi dalam banyak kasus ini memberikan kontribusi kepada efektivitas dan efisiensi operasi, dan dengan demikian menambah nilai bagi organisasi.
figure 1
2. Sebuah sistem manajemen tidak identik dengan prosedur terdokumentasi
Sebuah sistem manajemen adalah alat untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Setiap tindakan yang diambil harus konsisten dengan tujuan dasar dari sistem: apakah itu membantu dalam melakukan pekerjaan yang lebih baik, untuk menjadi lebih sukses, dan dalam mencapai rencana bisnis? Ada banyak tindakan yang dapat berkontribusi terhadap tujuan ini, misalnya meningkatkan kompetensi personil, mengadopsi “sangat mudah” perangkat teknis, dengan menggunakan piktogram, bentuk berguna untuk memeriksa dan mengisi (yang kemudian menjadi catatan juga), dll Namun, kita harus ragu sebelum menetapkan prosedur terdokumentasi yang luas, terutama dalam situasi UKM, karena dalam banyak kasus hal ini tidak sejalan dengan budaya organisasi dan praktek sehari-hari.
3. Carilah kesamaan antara standar sistem manajemen yang berbeda
Meskipun worded berbeda, semua standar sistem manajemen didasarkan pada konsep dasar yang sama:
Proses manajemen dan kontrol: memastikan bahwa proses memberikan hasil yang diharapkan dan persyaratan yang berlaku dipatuhi
Plan-Do-Check-Act pendekatan pengendalian manajemen dan proses: menetapkan tujuan, menetapkan proses yang diperlukan, memantau kemajuan dan kepatuhan, mengambil tindakan jika diperlukan, dan mempertimbangkan peningkatan peluang
Manajemen risiko: mengidentifikasi risiko yang memberikan ancaman dan peluang, dan menerapkan kontrol untuk meminimalkan efek negatif pada kinerja dan memaksimalkan potensi manfaat.
Manajemen mutu membawa risiko bahwa pelanggan tidak puas dan bahwa kualitas-terkait (legal dan pelanggan) persyaratan tidak terpenuhi. Risiko dalam pengelolaan lingkungan hidup adalah bahwa kinerja lingkungan tidak memenuhi persyaratan hukum, pemangku kepentingan harapan dan / atau tujuan organisasi itu sendiri kebijakan.
Tentukan unsur Standar sistem manajemen yang sangat mirip berdasarkan konsep-konsep yang harus menjadi bagian dari sistem manajemen keseluruhan organisasi. Mengingat persyaratan standar dengan konsep-konsep dasar dalam pikiran akan membantu UKM dalam menafsirkan dan menerapkannya secara terpadu.

4. Keep it simple
Kurang lebih baik dan kecil indah dalam banyak situasi di mana sistem manajemen yang diterapkan – terutama untuk UKM. Dengan menjaga tiga faktor kunci pertama dalam pikiran, UKM harus dapat menyesuaikan sistem agar sesuai dengan ukuran dan kompleksitas organisasi. Hal ini dimungkinkan untuk memenuhi persyaratan dari ISO 9001 dan ISO 14001 tanpa dokumentasi yang ekstensif.
Flowchart dan bentuk yang dalam banyak kasus lebih efektif daripada prosedur terdokumentasi, dan catatan sering memberikan nilai tambah dibandingkan deskripsi proses. Menentukan apa yang harus dilakukan adalah lebih baik untuk menggambarkan bagaimana melakukannya, dan dapat dilakukan lebih singkat. Adalah penting bahwa desain kontrol sejalan dengan budaya organisasi dan tingkat kompetensi personil.
Bukan hanya untuk organisasi besar
Manajemen sistem tidak hanya alat untuk organisasi besar. Mengingat kecenderungan kegiatan outsourcing dan semakin pentingnya kerjasama dalam rantai nilai, sistem manjemen efektif yang dilaksanakan oleh UKM adalah kunci penting dalam memfasilitasi perdagangan dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan.
ISO dapat diimplementasikan secara terpadu oleh UKM, dan dapat menambah nilai bagi bisnis mereka selama beberapa faktor kunci keberhasilan diperhitungkan. ISO telah menerbitkan pedoman yang bermanfaat dan UKM akan mengembangkan standar masa depan dengan cara yang memfasilitasi implementasi dan integrasi standar ganda.
(Sumber: ISO Magazine, konsultaniso/ims/sistemmanajemenintegrasi)

 

ISO 9001 dan ISO 14001 Dalam Tender E-KTP

KPPU Telusuri Standardisasi ISO Barang-barang Tender e-KTP.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali mengadakan sidang majelis komisi pemeriksaan lanjutan perkara dugaan persengkongkolan tender KTP elektronik (E-KTP) pada Senin (2/7/2012).

Sidang yang diketuai oleh Sukarmi kali ini menghadirkan saksi dari konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) yakni Noor Effendi dari PT Sucofindo dan Ginting, perwakilan konsorsium. PNRI merupakan konsorsium pemenang tender pengadaan barang-barang dalam proyek e-KTP.

Dalam sidang kali ini, KPPU menelusuri bagaimana proses tender terjadi sehingga konsorsium PNRI menjadi pemenang. Sebab, terdapat indikasi terjadi kecurangan dalam tender tersebut.

Sidang yang berjalan selama lebih dari dua setengah jam sejak pukul 11.00-13.35 ini lebih banyak berputar pada pembahasan mengenai yakin atau tidaknya saksi akan adanya sertifikasi ISO yang dimiliki perusahaan di dalam konsorsium.

"Apakah saudara mengetahui atau melihat sendiri sertifikat ada dilampirkan," tanya investigator KPPU Muhammad Hadi Susanto.

Baik Noor Effendi maupun Ginting tidak mampu menyebutkan secara jelas jumlah maupun bentuk fisik surat-surat menyangkut ISO. Keduanya hanya menyebut bahwa pengumpul administrasi dan dokumen-dokumen termasuk semua surat dan notulensi pertemuan adalah Tuti Nurbaeti.

Sidang ditutup dengan kesimpulan bahwa sidang ditunda dan terlapor diminta untuk menghadirkan perwakilan dari PT Quadra Solution dan PT Sucofindo dalam persidangan berikutnya.

Sebelumnya lelang proyek e-KTP yang berlangsung antara 21 Februari hingga 1 Maret 2011 diikuti sembilan konsorsium yaitu PNRI, Astra Grafia, Murakabi, Telkom, Berca, Peruri, Mega Global, i-Forte dan Transtel. Konsorsium PNRI akhirnya diputuskan sebagai pemenang tender.

Namun, hal tersebut dipertanyakan konsorsium lainnya antara lain karena harga yang ditawarkan konsorsium PNRI lebih mahal dan poduk-produk yang ditawarkan dalam tender tidak memiliki ISO 9001 dan ISO 14001. (Sumber: Kompas, konsultan iso9001/iso14001/tender)

Mau Aman, Gunakan Kabel Listrik Berlabel SNI

Kualitas peralatan listrik yang kurang baik sering menjadi salah satu pemicu kebakaran. Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero) Benny Marbun mencontohkan, penggunaan kabel listrik serabut yang mudah putus bisa menjadi penyebab kebakaran.

“Karena sering digerakkan, kabel di dalamnya putus. Akhirnya timbul kontak tidak sempurna, dan karena panas, isolasinya meleleh,” kata Benny dalam Sosialisasi Simulasi Arus Pendek Listrik di Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2012.

Benny menjelaskan, kabel yang berkualitas seharusnya masif dan tunggal. Namun kabel serabut dimanfaatkan karena fleksibel dan mudah digerakkan.

Kabel yang putus di dalam sering kali tak disadari karena lapisan isolasi masih bagus. Namun tanda-tandanya sebenarnya bisa dilihat orang awam. “Kalau ada alat listrik yang tidak nyala, tapi setelah kabel digoyang-goyang bisa nyala lagi, itu kemungkinan kabel putus di dalam. Harus waspada,” kata Benny.

Deputi Manajer Komunikasi PLN distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Irwan Darwin, mengatakan, masyarakat harus tertib listrik, termasuk dalam penggunaan alat listrik. Irwan mengimbau masyarakat agar menggunakan alat listrik berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Lembaga Masalah Kelistrikan (LMK).

Irwan mengatakan, saat ini, resistensi masyarakat gunakan kabel SNI masih tinggi, baik karena masalah harga yang lebih mahal maupun karena penyebab lain. Padahal, penggunaan alat listrik yang memenuhi standar adalah salah satu syarat keamanan.

Selain label standar, masyarakat juga harus menyesuaikan kabel dengan kebutuhan listrik. Saat ini, menurut Irwan, PLN juga telah melakukan kampanye Tertib Listrik.

Kriteria tertib listrik ini mencakup tiga hal, yaitu

1. tidak ada cantolan listrik liar untuk keperluan apa pun, jika membutuhkan listrik, dapat mendaftar ke PLN dan dilayani dengan Listrik Pintar;

2. tidak mengutak-atik alat pembatas dan pengaman listrik yang telah disediakan PLN; dan

3. membayar tagihan listrik tepat waktu.

Irwan mengatakan, tahun ini, sudah ada 23 kampung di 20 wilayah layanan PLN Disjaya yang sudah tertib listrik. “Ini mungkin masih kecil, tapi ini langkah awal,” kata Irwan.

Untuk mencegah kebakaran yang disebabkan arus pendek, Irwan mengatakan, telah melakukan pemeliharaan gardu. Hingga Mei 2012, sudah ada 5.000 gardu di Jakarta dan Tangerang yang dibenahi. Selain perawatan, PLN juga melakukan pecah beban saat jaringan sudah kelebihan beban.

Sejak awal 2012, sudah terjadi lebih dari 500 kasus kebakaran di wilayah DKI Jakarta. Sekitar 60 persen dari kasus tersebut disebabkan oleh gangguan listrik. (Sumber: Tempo, konsultan manajemen kelistrikan)

Kontraktor Menengah Diwajibkan Miliki ISO

Untuk memenuhi standar kompetensi, terhitung sejak awal Januari 2006, kontraktor kelas menengah yang akan mengerjakan proyek dengan kisaran nilai Rp 1 miliar hingga 3 miliar diwajibkan memiliki standar ISO. Jika kontraktor Indonesia tidak memiliki standar ISO itu, ada kerugian yang harus ditanggung oleh perusahaan kontraktor tersebut. Pada saat mereka harus bersaing dengan kontraktor asing, kontraktor ini tidak akan dapat memenuhi persyaratan. Dipaksa atau tidak dipaksa kontraktor yang profesional pasti akan memiliki ISO. Kepemilikan ISO tidak hanya menjadi suatu persyaratan untuk memproduksi, tetapi untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja mereka. (Sumber: Tempo)

Standarisasi Rumah Sakit Mutlak Diperlukan

Standarisasi rumah sakit di Indonesia mutlak diperlukan agar pasien dari kalangan masyarakat miskin tidak dirugikan dalam mendapatakan pelayanan kesehatan di rumah sakit manapun. Pasalnya, melalui pemerataan itu, semua pasien akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama dari masing-masing rumah sakit, baik swasta maupun milik pemerintah.

"Tidak ada perbedaan pelayanan kesehatan dari rumah sakit kelas satu, dua atau tiga. Karena kalau ada perbedaan, itu yang bahaya. Sehingga standar lingkungan kesehatan juga harus dilihat," kata pengamat hak asasi manusia John Pieris dalam diskusi "Proteksi Hukum Bagi Pasien Miskin di Rumah Sakit", bertempat di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (21/8/2003). (Sumber: Tempo, konsultan manajemen rumah sakit/iso/smk3)

Ratusan Rumah Sakit Belum Penuhi Standar

Jumlah rumah sakit di seluruh Indonesia terus bertambah. Namun hingga kini, baru 40 persen dari sekitar 1.500 rumah sakit yang terakreditasi oleh pemerintah. Sisanya terganjal kendala berbagai perizinan.

Ketua DPR RI Marzuki Ali di Bandung mengatakan, selama 10 tahun terakhir ini perkembangan jumlah rumah sakit cukup signifikan. Tapi kesadaran untuk menilai kualitas pelayanan tumbuh tidak paralel. "Lebih dari 1.300 rumah sakit, baru separuhnya yang terakreditasi," kata Marzuki saat syukuran di Rumah Sakit Santosa yang bulan lalu meraih akreditasi internasional dari Joint Commission International, di Bandung, Sabtu (18/12/2010).

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di acara yang sama mengakui masih banyaknya rumah sakit yang belum memenuhi standar, baik swasta maupun rumah sakit daerah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kini jumlah rumah sakit lebih dari 1.500 unit. Namun yang terakreditasi baru 40,3 persen.

"Kendala utama, izin belum semua terpenuhi dari Dinas (Kesehatan) kabupaten dan kota," ujarnya. Menurut Endang, pemerintah masih harus bekerja keras agar setiap rumah sakit memenuhi kewajiban mengurus izin dan standarisasi agar pelayanan ke masyarakat semakin meningkat. (Sumber: Tempo, konsultan manajemen rumah sakit/iso/klinik/puskesmas)

ISO dan QHSE dalam industri migas

Operasi industri migas wajib memperhitungkan dampak ekologis yang ditimbulkannya. Industri migas yang tidak memperhitungkan resiko lingkungan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan hidup, bahkan bencana lingkungan.

Industri migas juga merupakan industri yang penuh dengan risiko. Persaingan pelaku usaha sektor migas saat ini menjadi lebih kompetitif melalui penerapan sistem manajemen mutu, keselamatan kerja/safety/hse, dan pengelolaan lingkungan (QHSE) yang efektif melalui penerapan ISO 9001/14001/29001 dan OHSAS 18001.

Konsultan Deltaprima memberikan jasa pelatihan dan pendampingan bagi tercapainya sistem manajemen layanan TI yang efektif sekaligus efisien, sistem pengendalian keamanan data dan informasi yang handal, serta perencanaan sistem pengelolaan kelangsungan bisnis yang terpercaya.

Deltaprima Consultant juga memberikan pelatihan dan jasa konsultan bagi industri migas yaitu pendampingan dalam memahami, melaksanakan dan menerapkan sistem manajemen berdasarkan standar ISO, pengendalian dampak lingkungan, serta sistem manajemen keselamatan dan kesehatan pekerja K3/HSE/OHSAS 18001 sektor industri migas. (konsultan iso/qhse migas).

ISO 9001 & IWA 2

IWA 2 is intended for the management of educational services such as kindergarten, primary school, secondary school, high school, vocational school, college or other educational services who want to implement quality management system in their organization.

Keterangan lebih lanjut silakan hubungi Konsultan ISO IWA 2 di Deltaprima Consultant Indonesia, TEL. 021-7511984

ISO 9001:2008

ISO 9001:2008 specifies requirements for a quality management system where an organization:
– needs to demonstrate its ability to consistently provide product that meets customer and applicable statutory and regulatory requirements, and
– aims to enhance customer satisfaction through the effective application of the system, including processes for continual improvement of the system and the assurance of conformity to customer and applicable statutory and regulatory requirements.

All requirements of ISO 9001:2008 are generic and are intended to be applicable to all organizations, regardless of type, size and product provided… (read more…)

Background to the ISO 9001:2008 revision process
The benefits identified for the ISO 9001:2008 edition fall into the following categories:
– Provides clarity
– Increases compatibility with ISO 14001.
– Maintains consistency with ISO 9000 family of standards.
– Improves translatability.
(read more….)

ISO 9001:2008 specifies requirements for a quality management system where an organization:
– needs to demonstrate its ability to consistently provide product that meets customer and applicable statutory and regulatory requirements, and
– aims to enhance customer satisfaction through the effective application of the system, including processes for continual improvement of the system and the assurance of conformity to customer and applicable statutory and regulatory requirements.

All requirements of ISO 9001:2008 are generic and are intended to be applicable to all organizations, regardless of type, size and product provided… (read more…)

Background to the ISO 9001:2008 revision process
The benefits identified for the ISO 9001:2008 edition fall into the following categories:
– Provides clarity
– Increases compatibility with ISO 14001.
– Maintains consistency with ISO 9000 family of standards.
– Improves translatability.
(read more….)

Konsultan ISO 9001:2008 – Sertifikasi Akreditasi
Silakan hubungi kami, Deltaprima Consultant Indonesia – TEL. 021.7511984, untuk solusi total bagi proses bisnis, bisnis plan, service excellence, sistem mutu/quality, training iso 9001:2008, upgrade iso 9001:2008, dokumentasi iso 9001:2008, audit mutu, manual, prosedur, SOP, konsultan bsc, 5s, six sigma, produktivitas, konsultan audit, iso 9001 certification audit, lean sigma, 6 sigma, balance scorecard (bsc), productivity, customer satisfaction, kepuasan pelanggan, warehouse, manajemen gudang, kanban, jit, just in time, produksi, production, ppic, ppc, quality control, quality assurance process, dan seluruh aspek bisnis manajemen bagi keberhasilan usaha Anda.