Konsultan ISO Training Pelatihan ISO Integrasi ISO Download ISO Sertifikasi ISO 9001 14001 OHSAS 18001 20000 22000 26000 27001 28000 29001 31000 50001

PT. Deltaprima Mitra Manajemen menandatangani kerja sama dengan PECB

July 26th , 2018 – PECB, a leading global provider in professional ISO standards certification and training courses, and PT. Deltaprima Mitra Manajemen, today announced the new business partnership agreement and integration between two development environments in exchange of partnership training services and certification to individuals and companies. This partnership agreement includes a common interest of PECB and the PT. Deltaprima Mitra Manajemen, in distributing PECB training materials and offering training courses for individuals and companies in Indonesia, regarding [ISO 9001/ISO 27001] training courses.

“This partnership agreement between our companies will transform the delivery of training courses and business services in general, by bringing together the professionalism, integrity and excellence, “said Eric Lachapelle, the CEO of PECB. “We believe that this collaboration is a perfect fit for customers that need to engross valuable management services and worldwide recognized certificates, concerning ISO training courses. This partnership between our companies will assist us in providing training courses and certification services, and help us to realize the long term goals of becoming the global benchmark for the provision of professional certification services. We both have great teams of professionals, and resources that will be a great support to this partnership,” concluded Lachapelle.

https://pecb.com/en/newsDetail?nid=880&lid=1

Tandatangan komitmen Penerapan Sistem Manajemen Pengamanan Informasi oleh segenap jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul DIY

Tandatangan komitmen Penerapan Sistem Manajemen Pengamanan Informasi oleh segenap jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul DIY

Pada hari kamis, tanggal 16 Agustus 2018 sekitar pukul 9 pagi segenap jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul yang dipimpin langsung oleh Kepala Disdukcapil Kabupaten Bantul BAMBANG PURWADI NUGROHO, SH.MH telah bersama – sama melakukan komitmen awal untuk menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan Informasi di segenap layanan informasi di Disdukcapil Bantul. Hal ini menindaklanjuti hasil dari pelatihan ISO 27001 selama 4 hari oleh Deltaprima Consultant.

Standar Manajemen Risiko terbaru – ISO 31000:2018

Standar Manajemen Risiko terbaru – ISO 31000:2018

ISO 31000: 2018 – Panduan Manajemen Risiko – telah dirilis. Dokumen ini merevisi dan menggantikan edisi 2009 dari standar internasional yang sama. ISO 31000: 2018 sangat mudah diakses, karena untuk digunakan oleh organisasi mana pun, terlepas dari sektor atau ukuran, pada titik mana pun sepanjang kehidupan organisasi, dan berlaku untuk kegiatan apa pun. Revisi baru, sejalan dengan berbagai penerapan ini, dikembangkan dengan satu tujuan yang jelas dalam pikiran: untuk membuat dokumen lebih sederhana dan lebih mudah bagi pengguna. Perubahan besar ini memengaruhi setiap bagian dari standar.

Revisi ISO 31000: 2018 menggunakan pengalaman, pengetahuan, dan penekanan baru untuk elemen proses, tindakan, dan kontrol. Lebih jauh lagi, standar sekarang berfokus pada model sistem terbuka yang secara teratur bertukar umpan balik dengan lingkungan eksternalnya. Ini membantu menyesuaikan berbagai konteks. Informasi latar belakang sistem manajemen risiko, prinsip, kerangka kerja, dan proses, dari desain hingga perlakuan dan tinjauan risiko, diuraikan dalam ISO 31000: 2018.

(Ref. https://blog.ansi.org/2018/02/iso-310002018-risk-management-guidelines-released/)

MLC 2006 Compliance – Maritime Labour Convention

MLC 2006 Compliance – Maritime Labour Convention

We assist you for preparation, compilation, or writting manual, procedures, SOPs, quality management systems regarding to fulfill requirements stated in MLC 2006.

‘Jurus’ Bupati Batang Raih ISO 27001 soal Keamanan Data Warga dan Cegah Korupsi

‘Jurus’ Bupati Batang Raih ISO 27001 soal Keamanan Data Warga dan Cegah Korupsi

Pemkab Batang kembali meraih penghargaan ISO 27001 terkait keamanan data dan informasi. Bupati Yoyok Riyo Sudibyo mengatakan tidak mudah meraih penghargaan itu.

Yoyok mengaku punya lima “jurus” hingga akhirnya bisa mendapatkannya. Yang pertama, sejak menjabat tahun 2012 lalu, ia dengan tegas memerintahkan agar tidak ada kepala dinas yang menjembatani siapapun yang mengatasnamakan dirinya maupun keluarganya untuk mengurus apapun.

“Saya coba tahun awal menyampaikan agar seluruh kepala dinas agar tidak mengurusi atau menjembatani siapapun yang mengatasnamakan saya, keluarga saya, tim sukses saya, dan siapapun itu ditempel di meja kerja dan belakang meja kerja,” terangnya di kantor bupati, Senin (29/2/2016).

Yang kedua, membuat pakta integritas dengan Non Govermental Organization (NGO) dan lembaga yang berkomitmen untuk menjaga. Berikutnya ia mulai dengan memperbaiki sistemnya.

“Yang keempat saya coba kerjasama dengan Unnes (Universitas Negeri Semarang) agar selesai pekerjaan dicek fisik, uji lab. Tapi sebelum itu dibentengin lagi, saat keluar dari sistemnya pak Daniel adalah pemenang terbaik, maka kumpulkan. Kan dapat SPK (Surat Perintah Kerja), kumpulkan di ruangan, lah siapapun yang dapat SPK untuk pekerjaan di Kabupaten Batang maka harus buat komitmen, pakta integritas lagi. Isinya sebenarnya umum, agar dilakukan tepat waktu dan sebagainya, intinya saudara sudah mengerjakan di Kabupaten Batang dan rakyatnya Kabupaten Batang, jangan menyakiti rakyat Batang,” terang Yoyok.

“Lima benteng itu moga-moga dari teman-teman pemerintah Kabupaten lain bisa mencontoh kebaikan yang ada,” imbuhnya.

Hari ini, penghargaan ISO 27001 diserahkan. Daniel Primawanto selaku perwakilan ISO 27001 mengatakan penghargaan tersebut diberikan sesuai dengan kriteria yang berlaku secara global.

“Di luar LPSE, misal kependudukan. Informasi kita, data lahir, nama ,alamat, tempat tinggal, info itu dijaga. Pernah merasa ditelepon perusahaan meawarkan kartu kredit, mungkin teman-teman bingung dari mana mereka dapat data padahal tidak pernah berhubungan dengan bank itu. Itulah ciri-ciri adanya kebocoran informasi dan di situ sistem tidak aman, data bisa diperjualbelikan,” papar Daniel.

Selama menjabat bupati, Yoyok kerap kali menerima sejumlah penghargaan, terutama yang berhubungan dengan tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi dan transparansi anggaran. Di antara penghargaan itu adalah Bung Hatta Anti-Corruption Award Tahun 2015, Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014 dengan predikat CC dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, Penghargaan sebagai 10 besar terbaik kategori Kabupaten dengan Tingkat Kepatuhan terhadap Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik dari Ombudsman Republik Indonesia, sampai penghargaan Adipura Tahun 2013 dan 2015.

Source:
http://news.detik.com/berita/3153532/jurus-bupati-batang-raih-iso-27001-soal-keamanan-data-warga-dan-cegah-korupsi

Konteks Organisasi Pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO 27001:2013

Konteks Organisasi Pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO 27001:2013

Konteks Organisasi adalah persyaratan baru pada standar ISO 27001:2013 yang membahas konsep turunan dari tindakan pencegahan dan menetapkan konteks untuk ISMS. Tujuan tersebut dipenuhi dengan menggambarkan isu-isu eksternal dan internal yang relevan bersama-sama, yaitu hal-hal yang mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai target keamanan yang diinginkan dari ISMS nya dengan persyaratan pihak yang berkepentingan untuk menentukan ruang lingkup ISMS.
Persyaratan terakhir yaitu Klausul 4.4 adalah untuk menetapkan, menerapkan, memelihara dan terus meningkatkan SMKI sesuai dengan
persyaratan standar.

Penyelenggaraan Keamanan Informasi di Instansi Pemerintah

Penyelenggaraan Keamanan Informasi di Instansi Pemerintah

Elemen yang paling penting dan harus menjadi perhatian awal dalam penyelenggaraan teknologi informasi di lingkungan instansi pemerintah adalah unsur manusia. Laporan Gartner Security and Risk Management Summit pada tahun 2011 menyatakan bahwa 46% dari responden mengalami beberapa bentuk ancaman insider pada organisasi mereka saat ini tetapi yang lebih mengejutkan adalah bahwa satu dari tiga profesional keamanan informasi mengakui bahwa mereka telah melanggar kebijakan keamanan internal yang mereka tetapkan sendiri ketika mereka harus menyelesaikan tugas yang berhubungan dengan pekerjaan taktis yang cepat. Produktivitas dibandingkan dengan serangan keamanan informasi terus menciptakan masalah bagi organisasi. Para pegawai, termasuk para profesional keamanan informasi akan melakukan apa saja untuk memastikan target pekerjaan mereka tercapai, terlepas dari kebijakan atau risiko keamanan. Menurut laporan bisnis terbaru dari Data Breach Investigation Report – Verizon, ancaman orang dalam adalah salah satu sumber utama kebocoran dan pencurian data. Temuan itu menunjukkan bahwa hampir satu dari tiga pelanggaran selama dua tahun terakhir datang sebagai akibat dari serangan orang dalam, dan pada tahun 2010, 93% pelanggaran insider dianggap disengaja. Angka ini naik 3% persen dibanding tahun sebelumnya.

Safety & Security Management

Safety & Security Management

Pelaku bisnis maupun organisasi pemerintahan harus memiliki kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, dan keamanan atas keutuhan aset-aset usaha/organisasinya. Manajemen keamanan dan keselamatan kerja ini dimaksudkan untuk memberikan manfaat ganda: mengurangi risiko, keunggulan kompetitif (melalui demonstrasi komitmen terhadap kesehatan dan keselamatan kerja), peningkatan kinerja (melalui peningkatan efisiensi operasional melalui manajemen pengurangan kecelakaan dan mengurangi downtime), dan mengurangi biaya (melalui pengurangan premi asuransi dan denda pelanggaran undang-undang).

Manfaat tersebut dapat dicapai melalui adanya kesadaran dan kompetensi, pelatihan, komunikasi, kesiapsiagaan dan tanggap darurat.

Tata Kelola TI

Tata Kelola TI

Diperlukan pendekatan proses yang terintegrasi untuk secara efektif memberikan layanan penyelenggaraan TI dalam suatu tata kelola TI yang baik dan benar (IT Governance) untuk memenuhi kebutuhan bisnis maupun pelanggan. Pengelolaan teknologi informasi dalam suatu sistem manajemen TI dimaksudkan agar pelaku bisnis maupun pemerintahan dapat mengurangi paparan risiko operasional, memenuhi persyaratan kontrak, dan mampu menunjukkan kualitas layanan yang baik.

Pengelolaan Risiko dan Keberlanjutan Bisnis

Pengelolaan Risiko dan Keberlanjutan Bisnis

Pengelolaan risiko adalah kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi terkait dengan risiko. Setiap kejadian, besar atau kecil, bencana alam, kecelakaan atau kesengajaan memiliki potensi untuk menyebabkan gangguan besar bagi operasional organisasi dan kemampuannya untuk tetap mampu memberikan produk dan layanannya. Manajemen risiko dan pengelolaan keberlangsungan bisnis diperlukan untuk mempersiapkan organisasi mampu menangani gangguan insiden yang mungkin mencegahnya mencapai tujuan.