call-training-konsultan-iso-indonesia-consultant iso-20000-deltaprima-consultant-021-7511984 iso-13485-deltaprima-consultant-021-7511984 iso-14001-deltaprima-consultant-021-7511984 iso-9001-deltaprima-consultant-021-7511984 sop iso-ts-16949-consultant-deltaprima-021-7511984 training-iso-konsultan-indonesia-consultant iso-27001-deltaprima-consultant-021-7511984 ohsas-18001-deltaprima-consultant-021-7511984

ISO 14001

LATAR BELAKANG ISO 14001
Berbagai macam organisasi semakin meningkatkan kepedulian terhadap pencapaian dan penunjukan kinerja lingkungan yang baik melalui pengendalian dampak lingkungan yang terkait dengan kegiatan, produk dan jasa organisasi yang bersangkutan, konsisten dengan kebijakan dan tujuan lingkungan mereka. Hal tersebut dilaksanakan dalam konteks semakin ketatnya peraturan perundang-undangan, pengembangan kebijakan ekonomi dan perangkat lain yang mendorong perlindungan lingkungan; dan meningkatnya kepedulian pihak-pihak yang berkepentingan terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Banyak organisasi telah melaksanakan kajian atau audit lingkungan untuk mengkaji kinerja lingkungan mereka. Bila dilaksanakan tersendiri, kajian dan audit tersebut mungkin tidak cukup untuk memberikan jaminan bahwa kinerja lingkungannya memenuhi dan akan berlanjut memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan dan kebijakan organisasi. Agar efektif, kajian dan audit tersebut perlu dilaksanakan dalam suatu sistem manajemen yang terstruktur yang terintegrasi dalam organisasi tersebut.

Standar Nasional yang mencakup manajemen lingkungan dimaksudkan untuk menyediakan unsur-unsur suatu sistem manajemen lingkungan yang efektif yang dapat diintegrasikan dengan persyaratan manajemen lainnya dan membantu organisasi mencapai tujuan lingkungan dan ekonominya. Standar ini tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai hambatan non-tarif dalam perdagangan atau untuk menambah atau mengubah kewajiban hukum organisasi.

Standar Nasional ini menetapkan persyaratan suatu sistem manajemen lingkungan yang memungkinkan suatu organisasi untuk mengembangkan dan melaksanakan kebijakan dan tujuan yang memperhatikan persyaratan hukum dan informasi tentang aspek lingkungan yang penting. Standar ini telah disusun agar dapat diterapkan pada semua jenis dan ukuran organisasi dan juga dengan kondisi geografis, budaya dan sosial yang beragam.

Keberhasilan sistem tergantung pada komitmen semua tingkatan dan fungsi, terutama manajemen puncak. Sistem seperti ini memungkinkan organisasi untuk mengembangkan kebijakan lingkungan, menetapkan tujuan dan proses untuk mencapai komitmen kebijakan tersebut, mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerjanya dan menunjukkan kesesuaian sistem tersebut terhadap persyaratan standar ini. Maksud utama standar ini adalah untuk mendukung perlindungan lingkungan dan pencegahan pencemaran yang seimbang dengan keperluan sosial-ekonomi. Perlu diperhatikan bahwa banyak persyaratan tersebut yang dapat dipelajari secara bersamaan atau ditinjau ulang setiap saat. Demikian sekilas mengenai latar belakang penerapan ISO 14001.

The ISO 14000 family addresses various aspects of environmental management. The very first two standards, ISO 14001:2004 and ISO 14004:2004 deal with environmental management systems (EMS). ISO 14001:2004 provides the requirements for an EMS and ISO 14004:2004 gives general EMS guidelines. The other standards and guidelines in the family address specific environmental aspects, including: labeling, performance evaluation, life cycle analysis, communication and auditing… (read more…) 

Konsultan Lingkungan – ISO 14001 – AMDAL – RKL RPL – UKL UPL – DPPL
Silakan hubungi kami, Deltaprima Consultant Indonesia – TEL. 021-7511984, untuk solusi total bagi sistem manajemen lingkungan, AMDAL, RKL, RPL, UKL, UPL, DPPL, ISO 14000, ISO 14001, ISO 14004, ISO 14031, ISO 14040, ISO 14041, ISO 14044, ISO 14063, EMS Consultant, environmental consultant, waste management, water treatment, environmental protection, pest control, fire protection, fire risk assessment, audit lingkungan, environmental audit, manajemen limbah B3, pengendalian pencemaran air, tanah, udara, sampling, analisa laboratorium, penanganan limbah, life cycle assessment, environmental communication, komunikasi lingkungan, environmental performance evaluation, evaluasi kinerja lingkungan, ecolabel, protokol kyoto, radiasi isotop nuklir, CSR, ataupun CDM.