Konsultan ISO Training Pelatihan ISO Integrasi ISO Download ISO Sertifikasi ISO 9001 14001 OHSAS 18001 20000 22000 26000 27001 28000 29001 31000 50001

Pasar Eropa Wajibkan SVLK Pada 2013

Pada 2013 para pengusaha dan perajin, terutama furnitur dan kerajinan kayu, bakal menghadapi tantangan besar. Untuk mengekspor furnitur dan kerajinan kayu terutama ke Eropa, mereka harus mengantongi lisensi ekolabel Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara Subkan, Kamis (29/11/2012), mengatakan, berdasarkan informasi pasar furnitur Eropa mewajibkan produk-produk furnitur punya legalisasi. Pemberlakuan itu rencananya mulai Maret 2013.

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa pemberlakukan Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) akan efektif memerangi perembesan kayu dalam praktik Log Laundering.

Diketahui bahwa terdapat negara lain yang mau menampung kayu ilegal bahkan membiayai kegiatan illegal logging (pembalakan liar) di Indonesia. Negara tersebut lalu menjual kayu hasil illegal logging tersebut.

"Dengan SVLK, itu (log laundering) tidak akan terjadi. Negara konsumen akan mendata. Misalnya merbau, negara A kok mengekspor merbau, padahal enggak punya merbau, maka ini pasti ilegal," kata Zulkifli.

Zulkifli dalam pencanangan Sistem Informasi Verifikasi Legalitas Kayu yang dilakukan Rabu (1/8/2012) hari ini mengatakan bahwa dengan pemberlakukan SVLK, maka "kayu yang diperdagangkan akan jelas asal-usulnya."

Menurut Zulkifli, SVLK sudah diakui oleh Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Australia dan beberapa negara lain. hanya beberapa negara saja yang masih diupayakan menerima sertifikat tersebut.

Zulkifli menuturkan, "Pasar mereka cukup besar. 20-30 persen ekspor kayu Indonesia."

Sumber kompas.com (konsultan svlk/iso/mebel)